
Bukan menjadi ibu namanya kalau tanpa jatuh bangun. Kendati saya jarang sekali menunjukkannya ke suami, keluarga, atau bahkan ke anak itu sendiri. Biasanya cukup urut dada, atau gak pilih malam hari untuk nangis seperti anak kecil (true story). Maksimal keluhan yang saya bisa ungkapkan secara langsung mungkin hanya sebatas ngedumel dengan tak lupa senyum.
Contohnya saat mulai mengajari Ava untuk buang air secara mandiri a.k.a toilet training. Susah-susah gampang dan karena saya harus bekerja juga, jadi perlu waktu cukup lama untuk membelajarinya. Karena cuma di bantu ibu dirumah, saya enggak terlalu memaksakan ibu saya untuk terus mendampingi. Jadinya cukup lama dan bertele-tele. Kadang niat itu datang, kadang nggak.






